Beranda / Berita / Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
Rabu 23 Februari 2022

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman budidaya yang dapat ditanam secara rumahan dan tanaman tersebut dimanfaatkan sebagai obat. Masyarakat menyebut sehari-hari dengan tanaman herbal atau apotik hidup. Banyak masyarakat cenderung menggunakan obat herbal dibandingkan obat kimia dipengaruhi oleh faktor berupa harga obat-obatan dari pabrik lebih mahal. Selain itu obat kimia memiliki efek samping yang ditimbulkan lebih besar dibandingkan dengan obat herbal. 

Bagian dari tanaman obat keluarga (TOGA) yang biasanya dapat dimanfaatkan yaitu akar/rimpang, daun, buah, biji, dan bunga. Di masa kini, tanaman obat keluarga (TOGA) jarang dimanfaatkan oleh masyarakat sebab masyarakat kurang mengetahui secara luas jenis-jenis dari tanaman obat keluarga (TOGA) dan manfaat dari bagian-bagian tanaman. Budaya masyarakat untuk kembli memanfaatkan tumbuhan untuk dijadikan sebagai alternatif obat menjadi semakin luntur.

Desa Sobokerto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali merupakan desa yang memiliki mobilitas masyarakat yang tinggi. Sebagian besar masyarakat desa berprofesi sebagai petani. Desa Sobokerto memiliki iklim yang panas sehingga cocok untuk ditanami berbagai macam tanaman rimpang dan tanaman yang mudah tumbuh. Sebagian besar tanaman obat mudah tumbuh di berbagai macam iklim dan kondisi lingkungan. 

Kedua hal tersebut yang menjadi salah satu dasar tim KKN UNS Membangun Desa Kelompok 78 untuk membuat program kerja berupa penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di lingkungan desa.

Tujuan dari program ini adalah memperkenalkan kembali jenis-jenis tanaman obat keluarga (TOGA) kepada masyarakat desa Sobokerto dan memunculkan kembali budaya pemanfaatan tanaman herbal. Selain itu, kegiatan ini bermanfaat untuk membantu penghijauan di lingkungan desa Sobokerto. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat kembali mengetahui jenis-jenis tanaman obat dan masyarakat dapat mengambil manfaat dari tanaman obat yang telah ditanam. Lebih lanjut, diharapkan masyarakat dapat mengolah tanaman obat menjadi jamu atau obat herbal, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.

BERITA LAINNYA
Sukses Besar Kegiatan PIN Polio
Kamis 18 Januari 2024
Jalan Sehat & Senam
Kamis 24 Februari 2022
Pembuatan Jahe Instan
Kamis 10 Februari 2022
Gabah Petani Diburu Penebas
Selasa 2 Januari 2018
Embung Tekan Kekeringan
Selasa 2 Januari 2018
Solusi Pertanian Warga
Kamis 3 Agustus 2017
Gorong Lancar Sampah Tak Telantar
Kamis 3 Agustus 2017
Musyawarah Kemajuan Desa
Kamis 3 Agustus 2017